SMKN 2 Buduran menjadi salah satu sekolah (diantara 7 sekolah lain di seluruh Indonesia) yang mendapatkan kesempatan penempatan tenaga sukarelawan World Friends Korea (WKF).

Hal ini karena memang SMKN 2 Buduran melakukan kerjasama teknik dengan KOICA (Korea International Cooperation Agency) Indonesia Office dalam program World Friends Korea (WFK) Volunteer, sukarelawan akan membantu pengembangan kapasitas di SMKN 2 Buduran, sukarelawan ini merupakan tanggung jawab KOICA Indonesia Office. Sehubungan dengan hal tersebut

Sukarelawan akan ditempatkan di SMKN 2 Buduran sesuai dengan surat persetujuan dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia yang akan menjalani masa tugasnya selama dua puluh dua (22) bulan, terhitung mulai bulan Maret 2019 – Desember 2020.

Volunteer perempuan 20 tahun berkebangsaan Republik Korea tersebut bernama lengkap, Choi Choae, terlahir 29 Mei 1989, bidang keahliannya adalah Bahasa Korea. Sebelum melaksanakan tugas selama 22 bulan ke depan.

Saat ini sedang mengikuti pelatihan intensif budaya dan bahasa Indonesia di Jakarta dan mulai tanggal 10 – 19 Pebruari 2019 melaksanakan On The Job Training (OJT) dengan melakukan survey dan orientasi lapangan di SMKN 2 Buduran, meliputi safety and security, fasilitas publik.

Sejak dijemput pada hari Minggu, tanggal 10 Pebruari 2019 di Bandara Internasional juanda. Selama 10 hari, Choi Choae telah melaksanakan orientasi di SMKN 2 Buduran, perkenalan dengan semua warga sekolah, mengenal lingkungan sekolah, survey proses pembelajaran di theory room dan di laboratorium.

Rabu, 13 Pebruari 2019 survey ke fasilitas-fasilitas umum di wilayah kabupaten Sidoarjo, RSUD Sidoarjo, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, Kantor Kepolisian Resort Kota Sidoarjo, pasar Larangan, Transmart, Ramayana Mall, Giant Mall, d.l.l.

Pada Kamis, 14 Pebruari 2019 cewek penggemar kuliner khas Sidoarjo, Lontong Kupang, dan Kue Lumpur ini menyempatkan diri melihat langsung alun-alun kota Sidoarjo, Museum Mpu Tantular, Sentra kerajinan Batik di kampung batik Jetis, Delta Fishing. Tidak lupa, ia juga berkesempatan melihat secara langsung wisata Lumpur Lapindo, Candi Pari, sentra kerajinan tas Tanggulangin.

Kegiatan OJT perempuan yang sangat terkesan dengan beragam budaya dan kulinernya di Kota Udang Sidoarjo ini, diakhiri pada Selasa 19 Pebruari 2019. Untuk kembali ke Jakarta untuk melaporkan hasil observasinya sebelum nanti akan kembali lagi ke SMKN 2 Buduran untuk memulai tugas sebagai volunteer pada awal bulan Maret 2019 selama 22 bulan kedepan.